HIKMAH PENCIPTAAN-NYA

Sekiranya manusia merenungkan keagungan kekuasaan-Nya
dan luas nikmat-Nya,
tentu mereka sudah kembali ke jalan yang benar dan takut akan azab & hukuman;
tetapi hati mereka berpenyakit dan mata tak dapat membedakan.

Tidakkah mereka melihat hal-hal kecil yang telah diciptakan-Nya ?
Bagaimana Dia memperkuat jaringan, membuka pendengaran, penglihatan dan membuat tulang dan kulit ?

Lihatlah semut dengan tubuhnya yang kecil dan bentuknya yang halus.
la hampir tak terlihat di sudut mata, tak terbayangkan—betapa ia berjalan di bumi dan menggunakan rezekinya.
la membawa butiran ke lobang dan menyimpan di tempat kediamannya.
la mengumpul selama musim panas untuk musim dingin dan selagi kuat untuk masa sulit.
Rezekinya terjamin dan diberi makan menurut layaknya.
Allah Yang Maha Pemurah tidak melupakannya dan tidak terenggut haknya walaupun ia berada di batu kering atau karang yang terjal.
Apabila kita memikirkan tentang jalan pencernaan semut dengan bagian-bagiannya, selaput pada perutnya, lalu mata dan telinga di kepalanya maka kita akan takjub tentang penciptaan-Nya dan akan merasakan kesulitan dalam menggambarkannya.
Maha Tinggi Dia yang membuat berdiri pada kaki-kakinya dan memperjalankan semut pada tiang-tiang.

Tak ada sekutu yang turut beserta-Nya dalam memulai dan tak ada sesuatu yang kuasa membantu dalam penciptaan-Nya.
Apabila kita berimajinasi dan mencapai ujungnya, hal itu tak akan membawa ke mana-mana kecuali bahwa Pencipta semut itu adalah sama dengan Pencipta kurma, karena segala ciptaan-Nya mempunyai kehalusan dan detail yang setara, dan setiap makhluk juga mempunyai perbedaan uniknya.
Dalam ciptaan-Nya, yang besar, yang halus, yang berat, yang ringan, yang kuat, yang lemah, semuanya menunjukan kesamaan kualitas.

Demikian pula langit, udara, angin, dan air.
Lihatlah matahari, bulan, hewan, tanaman, air, batu, perbedaan malam dan siang, mengalirnya sungai-sungai, gunung-gunung, tingginya puncak-puncak, perbedaan bahasa-bahasa dan keaneka-ragaman lainnya.

Maka celakalah orang yang tidak mengimani Yang Maha Pengatur dan menolak Yang Maha Penguasa.
Seolah-olah bahwa mereka adalah seperti padang rumput yang tak ada pemelihara dan tak ada yang membuat bentuknya yang aneka ragam.
Mereka tidak bersandar pada sesuatu argumen yang kuat atas pendangan mereka dan tak ada pula penelitian atas apa yang mereka dengar.
Mungkinkah ada bangunan tanpa pembangun atau pelanggaran tanpa ada yang melanggar?

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut UKURAN. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang KAMU SEKALI-SEKALI BUKAN PEMBERI RIZKI KEPADANYA. Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah KHAZANAHNYA; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan UKURAN yang tertentu. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali-kali BUKANLAH KAMU yang menyimpannya. Dan sesungguhnya BENAR-BENAR KAMIi-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.” (QS.15 Al Hijr :16-23)

Perhatikan juga tentang belalang.
Allah memberikan kepadanya dua mata, membuatkan telinga yang kecil, membukakan mulut yang sesuai, memberikan indera yang peka, memberikan kepadanya gigi untuk memotong dan dua kaki seperti arit untuk menggenggam.
Para petani takut kepada kumpulan belalang karena tak dapat mengusirnya sekalipun mereka bergabung menghadapinya.
Belalang menyerang ladang dan memuaskan hasratnya walaupun badannya tak sebesar jari.

Mahasuci Allah yang dihadapan-Nya setiap yang di langit atau di bumi tunduk bersujud dengan sukarela atau terpaksa, menyerah kepada-Nya dengan menyungkurkan pipi dan wajahnya, jatuh ke hadapan-Nya dalam ketaatan, tunduk dan merendah, dan menyerahkan kendali penuh dalam ketakutan dan kekhawatiran.
Burung-burung terikat pada perintah-perintah-Nya. la mengetahui jumlah bulu dan napas mereka. Allah telah membuat kaki mereka berdiri di air maupun di darat. la menetapkan rezeki mereka.
Dia menetapkan jenis-jenisnya: ini gagak, ini elang, ini merpati, ini burung unta. Dia memanggil setiap burung dengan namanya dan menyediakan rezekinya.
Dia menciptakan awan-awan yang berat dan menghasilkan darinya hujan yang lebat dan menyebarkannya di berbagai bagian bumi. la membasahkan tanah setelah kering dan menumbuhkan tumbuhan darinya.

“Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan bayang-bayang; dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan. Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. Dialah yang meniupkan angin pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).”
(QS.25 Al furqan : 45-48)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s