rock

Batuan sedimen adalah batuan yang dihasilkan melalui mekanisme pengendapan (sedimentasi). Komposisi batuan sedimen, umumnya tersusun atas:
1. Komposisi Massa Dasar (Framework Composition)
Batupasir Formasi Frio mempunyai komposisi dengan kisaran feldspathic litharenites sampai lithic arkoses. Plagioklas merupakan penyusun utama untuk komposisi masa dasarnya ditambah dengan adanya sejumlah kecil feldspar serta fragmen-fragmen batuan volkanik. Komposisi dari batupasir ini secara dominant dapat dibagi menjadi Q30, F20 dan R50. data yang menunjukkan komposisi dari batupasir tersebut lebih bersifat feldspathic litharenites sampai lithic dihadirkan oleh sejumlah :
a. Feldspar yang terdiri dari beberapa tahapan pemisahan serta pergantian mineral tersebut oleh kalsit
b. Porositas yang melebihi ukuran yang normal
c. Potongan mineral kalsit yang melebihi ukuran dari biasanya

2. Matriks (Matrix)
Pseudomatriks (lempung yang diremas-remas) merupakan tipe matriks yang sangat dominan, meskipun matriks yang ditandai oleh sejumlah struktur sedimen bioturbasi masih terdapat dalam beberapa contoh batuan yang telah dianalisis. Contoh batuan yang dianalisis tersebut, mempunyai kandungan matriks yang berkisar antara 3 % sampai dengan 35 % untuk yang maksimumnya.

3. Semen dan Mineral-mineral Tambahan (Cements and Replacement Minerals)
Semen dari mineral kuarsa merupakan yang paling dominan dari proses tahapan authigenic, dimana mineral kalsit juga merupakan salah satu mineral yang banyak menyusun semen untuk batupasir tersebut. Kandungan dari sparry calcite mempunyai kisaran antara 12 % dari seluruh volume batuan dan 81 % dari total volume semen yang mengisi batupasir tersebut. Secara volumetric, kandungan semen-semen minor menunjukkan kehadirannya seiring dengan kisaran penurunan dari seluruh batuan yang melimpah, sebagai contohnya adalah pirit, kaolinit, klorit, analcime, kuarsa, K-feldspar, albit dan barit.
Pada beberapa contoh batuan yang dianalisis, kandungan kalsit hanya terdapat sekitar 7 % dari kisaran seluruh volume semen serta kuarsa yang merupakan mineral authigenic yang paling dominant dengan kandungan sekitar 10 % dari seluruh volume batuan. Dari seluruh mineral-mineral tambahan yang hadir dalam komposisi batupasir tersebut, hanya klorit yang mempunyai kandungan yang cukup kecil, sekitar 2 % serta kalsit, sekitar 1 %.

4. Porositas (Porosity)
Batupasir dari Formasi Frio ini, telah dianalisis secara makroporositas dari penampang yang sangat tipis, berkisar antara 0 – 26 %. Pada beberapa contoh batuan, porositasnya terlihat lebih besar, dengan kandungan porositas sekitar 10 %, tetapi pada beberapa contoh batuan yang ada, porositasnya ada yang mencapai 22 %.
Penentuan dari penghitungan porositas batupasir ini didasarkan atas beberapa hal, yang antara lain :
a. Pori-pori intergranular (antar butiran)
b. Pori-pori intragranular (pada butiran)
c. Pori-pori yang melebihi ukuran relatifnya

Pori-pori intragranular serta pori-pori yang melebihi ukuran relatifnya, merupakan suatu porositas sekunder, tetapi persentase dari pori-pori intergranular menunjukkan nilai persentase yang tidak pasti. Berdasarkan kehadiran dari pori-pori intragranular dan pori-pori yang melebihi ukuran relatifnya tersebut, 22 % dari seluruh makroporositas pada batupasir ini merupakan porositas sekunder.

2 pemikiran pada “rock

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s