OS?

Waktu menunjukkan pukul 7.30 ketika sekelompok muda-mudi berpakaian senada dengan sedikit tergesa-gesa memasuki Kampus B, Universitas X. Mereka membawa ‘pernak-pernik’ yang memang hanya bisa kita saksikan sekali setiap tahunnya. Selang waktu berjalan, teriakan-teriakan dari kubu yang lain pun mulai berkumandang. Teriakan-teriakan tersebut terkesan seperti orang sedang memaki. Sebagian esensinya adalah mengkritisi gerak-gerik muda-mudi yang datang berlarian, karena mereka dirasa lambat.

 

OS

Kejadian seperti ini hampir dapat dipastikan muncul setiap tahun sekali. Mahasiswa baru adalah obyek yang menjadi sasaran utama dalam acara semacam itu. Dan sudah pasti, pelaku utamanya adalah para mahasiswa yang sudah terlebih dahulu masuk dan mengenyam pendidikan di kampus masing-masing (baca: senior). Sebenarnya, apakah OSKM/OSFAK/OSJUR itu, dan adakah esensi yang bisa didapat dari suatu kegiatan yang dari tahun ke tahun menjadi momok bagi setiap mahasiswa baru ?

 

OS 2

Jika kita pernah melihat film-film dalam negeri yang berlatar belakang kampus di tahun ’70 an, kita akan melihat beberapa adegan yang berisi perpeloncoan mahasiswa baru kala itu. Hal ini merupakan cerminan realitas yang ada di masa itu. Dan jika kita bandingkan dengan konsep ‘perpeloncoan’ yang ada di Airlangga saat ini, tentu saja kedua hal tersebut sangat jauh berbeda. Pada tahun ’70 an, mahasiswa baru yang masuk mengalami proses perploncoan yang jauh lebih berat, dan beberapa kasus menimbulkan akibat yang fatal, yaitu kematian. Proses ini dijalankan hampir di seluruh kampus perguruan tinggi di Indonesia.

Sebenarnya apa tujuan OSKM/OSFAK/OSJUR? Inti dari kegiatan ini adalah pengenalan dunia kampus kepada mahasiswa baru. Mereka diperkenalkan dengan bagian-bagian kampus yang menempati posisi penting bagi kelangsungan studi mereka. Dalih untuk ‘mendandani’ mahasiwa baru dengan pernak-pernik aneh bertujuan untuk melatih sikap disiplin dan percaya diri mereka. Lalu apa tujuan kata-kata keras yang menjurus ke makian yang ditujukan kepada mahasiswa baru ? Hal tersebut untuk melatih sikap melawan mereka terhadap segala tindak kekerasan dan ketidakadilan yang ditujukan kepada mereka.

Dari pandangan holistik terhadap apa dan bagaimana OS tersebut, kita bisa menarik kesimpulan bahwa acara tersebut memiliki esensi yang sangat krusial. Tujuannya adalah untuk melatih mahasiswa agar berjiwa seperti layaknya seorang mahasiswa, yakni sebagai alat kontrol sosial dan oposisi pemerintah yang sebenarnya.

Namun apa yang terjadi dengan OS di lingkungan kampus IT….(tiiiit)? Dari tahun ke tahun, OS dijadikan sebagai suatu acara yang singkat, padat dan terkesan sekarang semi ilegal. jadi PR buat kita, baiknya gimana sistemnya?

Akhirnya, OSKM/OSFAK/OSJUR memang memiliki esensi penting dalam proses penerimaan baru di kampus. Tentu saja jika dikemas dengan tepat dan tidak menyeleweng dari tujuannya semula, maka akan meraup output seperti yang diidamkan. Dan adalah keinginan bersama, untuk dapat merangkum mahasiswa yang tangguh, cerdas, dan mampu memegang tongkat estafet perjuangan mahasiswa.

cerdaskan bangsa!

 

2 pemikiran pada “OS?

  1. betul,,

    os, singkat dan padat, tapi kadang kurang jelas,,
    makin lama, makin susah ngadain kumpul2 dengan massa banyak,,
    termasuk os,hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s