You are currently browsing odingaminuddin's articles.
Asam laktat menumpuk karena aktivitas tubuh yg keras tanpa diiringi pasokan
oksigen yg cukup sehingga otot mengambil bahan bakar dari glukosa yang
disimpan tubuh. Pemecahan glukosa oleh tubuh menimbulkan penumpukan asam
laktat yang menimbulkan nyeri dan kelelahan.
Untuk meningkatkan aktivitas tubuh dengan menunda penumpukan asam laktat,
tubuh harus dilatih dgn aktivitas aerobik secara rutin. Aerobik (yg artinya
“dengan udara”) meningkatkan kapilarisasi dengan melancarkan jalan nadi darah
dan melancarkan transportasi oksigen ke otot sekaligus meningkatkan efisiensi
kerja jantung dan paru-paru.
Dengan oksigen yg selalu tersedia untuk aktivitas otot, penumpukan asam laktat
dapat ditunda jauh lebih lama dan stamina menjadi lebih panjang serta tubuh
lebih sehat. Makanya, para praktisi silat sebaiknya jgn cuma latihan silat
doank. “Nafas kretek”nya lebih baik diganti dgn latihan aerobik atau minimal
jogging.
makanya kawand, banyak jogging yak, hayu di sabuga 3x seminggu lah, woke?
banyak yang bisa kita lakukan setiap hari, tapi kadang kita ga tau bagaimana melakukannya, apa yang mesti dilakukan dahulu, target yang ingin dicapai atau bahkan saking kebanyakan kita ga ngelakuin satu apapun,,,,, bagaimana caranya agar yang ingin kita lakukan ’sukses’ dilakukan, jawabannya adalah TULISKAN,, ya tuliskan….. mungkin agak sedikit tidak terlalu memuaskan jawabannya, tapi yakinlah, ini bukan teori tapi cobalah anda praktekkan terlebih dahulu, mulai dari sekarang! tuliskan di buku, di kertas kemudian tempel di kamar, tulis di blog dan lain-lain sesuai kecocokan masing-masing. tuliskanlah plan-plan hidup anda, baby step in your life, targetan-targetan, cita-cita dsb, baik harian, mingguan, bulanan bahkan taunan sampai puluh taunan, apa yang akan anda lakukan, apa yang anda inginkan, apa yang ingin anda gapai coba TULISKAN dari sekarang. bahkan kalau perlu, sekali lagi saya bilang, bahkan kalau perlu, TULISKAN di catatan anda hal-hal MELANGIT, Cita-cita tinggi, something yang menurut anda sangat susah digapai di masa depan atau apapun itu yang membuat anda pesimis mendapatkannya, TULISKAN dari sekarang, dan ALLAH akan mengabulkannya. amin
Lucu… bagaimana uang 100 ribu nampak BEGITU BESAR
Ketika kita SUMBANGKAN KE MESJID
Dan BEGITU KECIL saat kita belanjakan di SUPERMARKET …
Lucu… betapa LAMA rasanya WAKTU SATU JAM BERIBADAH KEPADA ALLAH
Dan betapa SEBENTARNYA waktu 60 menit
Untuk BERMAIN GOLF, MEMANCING atau BERMAIN BOLA
Lucu… betapa BERATNYA MEMBACA SATU JUZ AL-QURAN
Dan betapa MUDAHNYA membaca 200-300 halaman NOVEL TERKENAL
Lucu… bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN
Lucu… bagaimana kita KEHILANGAN KATA-KATA SAAT BERDOA
Dan betapa LANCARNYA ketika kita MENGOBROL dengan teman
Lucu…bagaimana kita BUTUH WAKTU 2-3 minggu
Untuk merencanakan suatu KEGIATAN ISLAMI
Namun bisa merencanakan kegiatan lainnya dalam SEKEJAP
DAN BEGITULAH……
HAL-HAL LUCU TAK SELAMANYA MENJADI HIBURAN BAGI JIWA
KARENA ADA JUGA HAL- HAL LUCU YANG PERLU KITA RENUNGI
BUKANKAH INI LUCU …?
Menghargai Waktu…
Salam Hikmah…
Assalaamu ‘alakum wa rahmatullaahi wa barakaatuh…
Salam Sejahtera untuk kita semua…
Sahabat Hikmah…
Bayangkan ada sebuah bank
yang memberimu pinjaman uang
sejumlah Rp.86.400,- setiap paginya.
Semua uang itu harus kau gunakan.
Pada malam hari,
bank akan menghapus sisa uang yang tidak kau gunakan selama sehari.
Coba tebak, apa yang akan kau lakukan?
Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.
Setiap dari kita memiliki bank semacam itu;
bernama WAKTU.
Setiap pagi, ia akan memberimu 86.400 detik.
Pada malam harinya
ia akan menghapus sisa waktu yang tidak kau gunakan untuk tujuan baik,
karena ia tidak memberikan sisa waktunya padamu.
Ia juga tidak memberikan waktu tambahan.
Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru utnukmu.
Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa.
Jika kau tidak menggunakannya maka kerugian akan meninpamu.
Kamu tidak bisa menariknya kembali.
Juga, kamu tidak bisa meminta “uang muka” untuk keesokan hari.
Kamu harus hidup di dalam simpanan hari ini.
Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan
kesuksesanmu.
Jam terus berdetak.
Gunakan waktumu sebaik – baiknya.
Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal
kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan prematur.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah
mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan kereta.
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILI DETIK, tanyakan pada peraih medali
perak Olimpiade.
Hargailah setiap waktu yang kamu miliki.
Dan lebih berharga lagi bila kamu menggunakannya
untuk tujuan kebahagian bersama orang yang spesial.
Dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa – siapa,
dan ia akan meninggalkan kita tanpa kompromi…
“Demi WAKTU.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam KERUGIAN,
kecuali orang-orang yang BERIMAN dan mengerjakan AMAL SALEH dan NASEHAT-MENASEHATIi supaya mentaati KEBENARAN dan nasehat menasehati supaya menetapi KESABARAN.” (QS 103:1-3)
Wassalaam
Rasulullah bersabda “Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui,
niscaya Kalian akan Sedikit Tertawa dan Banyak Menangis.”
Indahnya Hidup dengan Celupan Iman.
Saat itulah Terasa bahwa DUNIA BUKAN SEGALA-GALANYA.
Ada yang Jauh Lebih Besar dari yang Ada di Depan Mata.
Semuanya Teramat Kecil Dibanding dengan
BALASAN dan SIKSA Sang Maha Pencipta.
Menyadari bahwa DOSA DIRI Tak Akan Terpikul di Pundak Orang Lain.
SIAPA PUN KITA,
JANGAN PERNAH BERPIKIR bahwa DOSA-dosa yang Telah Dilakukan
akan Terpikul di pundak orang lain.
Siapa Pun.
Pemimpinkah, Tokoh yang punya Banyak Pengikutkah, Orang Kaya-kah.
SEMUA KEBAIKAN dan KEBURUKAN KEMBALI KE PELAKUNYA.
Sang Maha Guru ..Allah Menjelaskan melalui Ilmu-Nya dalam Firman-Nya :
“…Dan Tidaklah Seorang Membuat Dosa Melainkan Kemudharatannya
Kembali Kepada Dirinya Sendiri;
dan Seorang yang Berdosa Tidak Akan Memikul Dosa Orang Lain.
Kemudian kepada Tuhan-mulah kamu kembali,
dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”
Lalu, Pernahkah Kita Menghitung-hitung Dosa yang Telah Kita Lakukan.
SEBERAPA BANYAK dan BESAR DOSA-dosa itu.
Jangan-jangan,
Hitungannya Tak Beda dengan Jumlah Nikmat ALLAH yang kita Terima.
Atau bahkan, Jauh Lebih Banyak Lagi.
MASIHKAH Kita MERASA AMAN dengan MUTU DIRI SEPERTI ITU.
BELUMKAH TERSADAR kalau Tak Seorang pun Mampu Menjamin bahwa
ESOK Kita BELUM BERPISAH Dengan DUNIA.
BELUMKAH TERSADAR kalau Tak Seorang pun Bisa Yakin bahwa
ESOK Kita MASIH BISA BERAMAL.
BELUMKAH TERSADAR kalau Kelak Masing-masing Kita SIBUK
MEMPERTANGGUNGJAWABKAN APA YANG TELAH KITA LAKUKAN.
MENYADARI BAHWA DIRI TERAMAT HINA DI HADAPAN SANG MAHA AGUNG
Di Antara KEINDAHAN IMAN adalah
ANUGERAH PEMAHAMAN Bahwa Kita BEGITU HINA di HADAPAN ALLAH.
Saat itulah, SEORANG HAMBA MENEMUKAN JATI DIRI yang SEBENARNYA.
Ia Datang ke Dunia Ini Tanpa Membawa Apa-apa.
Dan Akan Kembali dengan Selembar Kain Putih.
Itu pun karena JASA BAIK Orang Lain.
Apa yang kita Dapatkan pun Tak Lebih dari ANUGERAH ALLAH
yang Tersalur Lewat Lingkungan.
Kita Pandai karena Orangtua Menyekolahkan Kita.
Seperti itulah SUNNATULLAH yang Menjadi KELAZIMAN Bagi Setiap Orangtua.
Kekayaan yang Kita Peroleh Bisa Berasal dari Warisan Orangtua atau
karena Berkah Lingkungan yang lagi-lagi ALLAH TITIPKAN BUAT KITA.
KITA BEGITU FAKIR DI HADAPAN ALLAH, TUHAN YANG MEMILIKI LANGIT dan BUMI.
Seperti itulah Sang Maha Guru ALLAH nyatakan dalam Firman-Nya,
“Hai Manusia, kamulah yang Berkehendak kepada Allah;
dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
Jika Dia menghendaki,
niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru
(untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.”
Menyadari bahwa SURGA TAK AKAN TERMASUKI HANYA AMAL YANG SEDIKIT.
Mungkin,
Pernah Terangan-angan dalam benak kita bahwa
Sudah menjadi Kemestian kalau ALLAH Akan Memasukkan Kita Kedalam Surga.
Pikiran itu Mengalir Lantaran MERASA DIRI TELAH BEGITU BANYAK BERAMAL.
Siang Malam, Tak Henti-hentinya Kita Menunaikan Ibadah.
“Pasti, Pasti Saya Akan Masuk Surga,”
BEGITULAH Keyakinan Diri itu Muncul karena
Melihat Amal Diri Sudah Lebih Dari Cukup.
Namun, ketika Perbandingan Nilai Dilayangkan Jauh ke Generasi Sahabat Rasul,
Kita akan Melihat Pemandangan lain.
Bahwa, para Generasi sekaliber Sahabat pun Tidak Pernah Aman kalau
Mereka Pasti Masuk Surga.
Dan seperti itulah Dasar Pijakan mereka ketika
ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah.
Begitulah ketika Turun Perintah H I J R A H.
Mereka Menatap Segala Bayang-bayang Suram soal
Sanak Keluarga yang Ditinggal,
HARTA yang Pasti Akan Disita, dengan Satu Harapan :
“ALLAH PASTI Akan Memberikan IMBALAN yang TERBAIK.”
Dan itu adalah PILIHAN yang TAK BOLEH DISIA-SIAKAN.
Begitu pun ketika Secara Tidak Disengaja,
ALLAH Mempertemukan Mereka dengan Pasukan yang Tiga Kali Lebih Banyak
dalam Daerah yang Bernama Badar.
Dan Taruhan Saat itu Bukan Hal Sepele : N Y A W A.
Lagi-lagi,
Semua Itu Mereka Tempuh Demi Menyongsong Investasi Besar,
MERAIH SURGA.
Begitulah ALLAH menggambarkan mereka dalam Firman-Nya.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga,
padahal belum datang kepadamu (COBAAN) sebagaimana halnya
orang-orang terdahulu sebelum kamu ?
Mereka ditimpa MALAPETAKA dan KESENGSARAAN,
serta DIGONCANGKAN (dengan Bermacam-macam Cobaan) sehingga
berkatalah Rasul dan Orang-orang yang Beriman bersamanya :
‘Bilakah Datangnya Pertolongan Allah?’
Ingatlah, sesungguhnya Pertolongan Allah itu AMAT DEKAT.”
Menyadari bahwa AZAB ALLAH Teramat Pedih
Apa yang bisa kita Bayangkan Ketika Semua Manusia
Berkumpul Dalam Tempat Luas yang Tak Seorang pun Punya
HAK ISTIMEWA Kecuali dengan IZIN ALLAH.
Jangankan Hak Istimewa, Pakaian pun Tak Ada.
Yang Jelas dalam BENAK Manusia Saat itu Cuma Pada Dua Pilihan :
Surga atau Neraka.
Di Dua Tempat itulah Pilihan Akhir Nasib Seorang Anak Manusia.
“Pada hari ketika Manusia lari dari Saudaranya, dari Ibu dan Bapaknya,
dari Isteri dan Anak-anaknya.
Setiap Orang dari Mereka pada hari itu Mempunyai Urusan
yang Cukup Menyibukkannya.” (QS. 80)
Mulailah Bayang-bayang Pedihnya Siksa Neraka Tergambar Jelas.
Kematian di Dunia Cuma Sekali.
Sementara, di NERAKA dan SURGA ORANG TIDAK PERNAH MATI.
SELAMANYA MERASAKAN PEDIHNYA SIKSA NERAKA dan KENIKMATAN SURGA.
Terus dan Selamanya.
Seperti Apa Siksa Neraka, Rasulullah saw pernah menggambarkan
Sebuah contoh Siksa yang Paling Ringan.
“Sesungguhnya seringan-ringan SIKSA Penghuni Neraka pada hari kiamat ialah
Seseorang yang Di Bawah Kedua Tumitnya Diletakkan Dua Bara Api
yang Dapat Mendidihkan Otaknya.
Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun
yang lebih berat siksaannya daripada itu,
padahal Itu adalah Siksaan yang Paling Ringan bagi Penghuni Neraka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Belum saatnyakah kita MENANGIS Di HADAPAN ALLAH.
Atau Jangan-jangan,
HATI kita Sudah Teramat Keras untuk Tersentuh dengan KEKUASAAN ALLAH
yang Teramat Jelas Di Hadapan Kita.
Imam Ghazali pernah memberi nasihat,
Jika Seorang Hamba ALLAH TIDAK LAGI MUDAH MENANGIS Karena
TAKUT Dengan KEKUASAAN ALLAH,
Justru MENANGISLAH KARENA KETIDAKMAMPUAN ITU.
HATI yang LAPANG
Salam Hikmah…
Assalaamu ‘alaikumwa rahmatullaahi wa barakaatuh…
Salam sejahtera untuk kita semua…
Sahabat Hiukmah…
Petunjuk Allah hanya diberikan kepada orang yang spesial….
Mereka adalah orang-orang yang oleh Allah telah di-LAPANGKAN DADANYA..
Maka tak ada NIKMAT dan ANUGERAH yang AMAT BESAR
selain nikmat BERSIH HATI dan LAPANG DADA. (Muhammad Ghazali dalam bukunya Khuluq al-Muslim)
Allah berfirman,
”Siapa-siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya PETUNJUK,
maka Dia meLAPANGkan DADAnya.
Dan siapa-siapa yang dikehendaki Allah keSESATtannya,
maka Allah menjadikan DADAnya SESAK dan SEMPIT”
(Q. S. 6: 125).
Nabi Muhammad sendiri…
disebut Allah SWT sebagai orang yang telah diLAPANGkan DADAnya
(Q. S. 94: 1).
Menurut Muhammad Ali al-Shabuni dalam buku tafsirnya Shafwat al-Tafasir,
yang dimaksud dengan diLAPANGkan DADAnya ialah bahwa hati Nabi SAW…
telah DIPENUHI dengan IMAN,
DITERANGI dengan CAHAYA KEBAJIKAN dan KEBENARAN,
serta DISUCIKAN dari berbagai KOTORAN dan DOSA-DOSA.
Di dalam dada yang lapang dan hati yang bersih itulah…
bersemayam IMAN dan TAKWA.
”Tempat takwa itu di sini!” sabda Nabi Muhammad SAW, sambil menunjuk ke DADAnya.
Dalam suatu riwayat disebutkan….
bahwa Abdullah bin ‘Amr dibikin penasaran oleh ”KEISTIMEWAAN” salah seorang Anshar.
Pasalnya, setiap kali melihat orang itu…
Nabi SAW selalu berkata, ”Ini dia calon PENGHUNI SURGA!”
Setelah diteliti dan diselidiki,
Abdullah menjadi tahu keistimewaan orang itu.
Dia adalah orang yang BERSIH HATI dan LAPANG DADA.
(H.R. Ahmad).
Orang yang bersih hati dan lapang dada, seperti dikemukakan di atas,
tak lain adalah orang-orang yang MAMPU MENEKAN secara maksimal KECENDERUNGAN-KECENDERUNGAN BURUK yang ada dalam dirinya,
seperti ….rasa BENCI, DENGKI, IRI HATI, dan DENDAM KESUMAT.
Sebaliknya, ia juga MAMPU dan BERHASIL MENGEMBANGKAN POTENSI-POTENSI BAIK yang ada dalam dirinya menjadi KUALITAS-KUALITAS MORAL (akhlaq al-karimah) yang NYATA dan AKTUAL dalam kehidupannya.
Hanya orang yang lapang dada dan bersih hati seperti itu
mampu dan sanggup MENCINTAI SAUDARANYA seperti mencintai dirinya sendiri, Juga hanya orang seperti itu yang DAPAT MERASA SENANG dan GEMBIRA apabila melihat SAUDARANYA mendapat KEBAIKAN dan ANUGERAH dari Allah SWT.
Orang yang demikian itu pula yang kelak akan mendapat perlindungan dari Allah SWT.
Firman-Nya,
”(Ingatlah) pada hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan HATI yang SELAMAT (HATI yang BERSIH dan LAPANG).”
(Q.S. 26:89).
Semoga kita menjadi orang yang selalu berLAPANG DADA.
(Sumber: Hikmah-Republika)
Wassalaam
SAKARATUL MAUT
Salam Hikmah…
Assalaamu’alaikum wa rahmautllaahi wa barakaatuh…
Salam sejahtera untuk kita semua…
Sahabat Hikmah…
Mati adalah suatu KEPASTIAN …
Kita lari pun dia kan selalu menjemputmu dengan pasti…
Firman Allah:
”Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu LARI daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan MENEMUI kamu, kemudian kamu akan DIKEMBALIKAN kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia BERITAKAN kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS 62:8)
”Dan DATANGLAH sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu SELALU LARI daripadanya.” (QS 50:19)
Tetapi ….ada yang TAKUT, ada juga yang TENANG dengan SAKARATUL MAUT….
Firman Allah:
” Hai jiwa yang TENANG…. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan HATI yang PUAS lagi DIRIDHOI-Nya. Maka masuklah ke dalam JAMA’AH HAMBA-HAMBA-Ku, dan masuklah ke dalam SURGA-Ku.” (QS 89:27-30)
KETAKUTAN dan KETENANGAN menghadapi SAKARATUL MAUT
tergantung kita memahami DUNIA dan AKHIRAT,
serta PERSIAPAN PERBEKALAN kita …
” Manusia yang paling CERDAS ialah yang TERBANYAK MENGINGAT KEMATIAN, serta YANG TERBANYAK PERSIAPANNYA untuk MENGHADAPI KEMATIAN itu.
Mereka itulah yang BENAR-BENAR CERDAS, dan mereka akan pergi ke ALAM BAKA dengan membawa KEMULIAAN DUNIA serta KEMULIAAN AKHIRAT.
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim)
Orang bijak berkata:
”Aku heran terhadap orang yang MENYAMBUT dunia
yang sedang PERGI meninggalkannya,
tetapi BERPALING dari akhirat
yang sedang berjalan MENUJU KEPADANYA.”
Bagaimana agar pada waktu Malaikat Maut menjemput kita,
dan pada waktu kita mengalami Sakaratul Maut kita bisa TENANG
dengan mengucapkan kalimat LA ILAAHA ILLALLAH…..
Menurut para ahli, pada saat sakaratul maut,
yaitu pada saat ROH sudah sampai tenggorokan,
maka INGATAN, AKAL dan ILMU akan HILANG;
yang berfungsi hanyalah ALAM BAWAH SADARNYA.
Maka dari itu….
Kita harus SELALU MENGINGAT Allah
dan MENCINTAI-Nya sampai ke dalam LUBUK HATI kita…
Aku mau tidur….INGAT Allah, ….bangun tidur……INGAT Allah
Aku mau makan….INGAT Allah…..selesai makan…..INGAT Allah
Mau mandi….INGAT Allah
Mau kerja…..INGAT Allah
Sedang sehat INGAT Allah
Sedang sakit INGAT Allah
Mau dan sedang apapun…. kalau kita selalu INGAT Allah,
Maka ….
Kita mau Mati pun INGAT Allah….
Bisa mengucap……”LA ILAAHA ILLALLAH….”
Karena rasa sakit yang sangat, seolah-olah ditusuk oleh 300 pedang…
Kita pun secara OTOMATIS….
Menyebut Nya…..
Memanggil-Nya….
Dan meminta pertolongan dan perlindungan-Nya…
Bahkan Allah pun akhirnya mengirim Malaikat Maut yang Rupawan dan Harum..
Menjemput kita dengan senyum ….
Dan mengeluarkan RUH kita dengan lembut…
seperti menuang air dari Teko ke Gelas…
Kita pun disambut oleh para Malaikat dengan ucapan Selamat..
Di kubur pun sudah diperlihatkan taman-taman Surga….
Ya Allah….
janganlah SEDETIKPUN Engkau lepas dari Ingatanku…
Karena jiwaku selalu ada dalam GENGGAMAN-Mu….
Berilah kami kesempatan BERTAUBAT sebelum mati…
Berilah RAHMAT-Mu pada waktu Sakaratulmaut…
Berilah AMPUNAN-Mu …bahkan setelah kematian…
Ya Allah …
LUNAKKANLAH dalam Sakaratul maut kami…
HIASILAH kuburan kami dengan taman-taman SURGA-Mu…
Dan kami BERLINDUNG dari dahsyatnya siksa api NERAKA…
Engkaulah sebaik-sebaik Pelindung…
Engkaulah sebaik-baik Penolong…
Wassalam
Resep Obat Penyembuh Dosa
Seorang badui datang pada seorang dokter.
Orang badui itu bertanya.”Apakah dokter punya resep obat untuk menyembuhkan penyakit dosa?”
Dokter menundukkan kepalanya sejenak sambil berpikir lalu menjawab,
“Dengarkan resep ini. Jika kamu kerjakan maka kamu dapat penyembuhan dari Allah”.
Ambillah AKAR-AKAR KEMELARATANmu dan JIWA KESABARAN…
Lalu campurkan dengan BUBUK PIKIRAN,
dan dicampur (kadarnya sama) dengan RENDAH HATI dan KEKHUSYYUKAN,
kemudian ditumbuk semua dalam lumpang TAUBAT dan dibasahi dengan AIR MATA, lalu ditempatkan dalam tempat RENDAH DIRI kepada Allah dan dimasak dengan api TAWAKKAL kepadanya.
Setelah itu aduk dengan sendok ISTIGHFAR sehingga tampak TAUFIQ dan KEHORMATAN DIRI.
Kemudian , pindahkan kemangkok CINTA dan dinginkan dengan udara KASIH SAYANG.
Sesudah disaring dengan saringan KESUSAHAN dan ditambah dengan hakikat IMAN serta campurkan dengan TAKUT kepada Allah.
Terus minum obat itu SELAMA HIDUPMU dan HATIMU akan SEMBUH dari segala keluhan dan akan hilang rasa sakit dan dosa.
Seorang hamba Allah turun dari gunung berkelana melewati beberapa desa.
Di desa pertama dia melihat rumah kosong yang penuh dengan emas.
Kemudian iblis menggodanya,”Ayo curi! Itulah yang akan membuatmu kaya!”
Tapi si hamba Allah menjawab ,”Tidak sebab rumahku sangat dekat!”
Didesa kedua , hamba Allah itu melihat seorang wanita penghibur sedang duduk diatas sebuah batu sambil tersenyum menggoda.
Iblis lalu membujuk, “Ayo dekati! Itulah yang akan menyenangkan tubuhmu!”
Tapi, sihamba Allah menjawab, “Tidak sebab rumahku sangat dekat!”
Didesa ketiga , hamba Allah itu melihat perselisihan antara dua kelompok.
Kemudian hamba Allah itu diminta untuk menjadi saksi atas mereka.
Iblis kembali menggodanya, “Ayo dusta! Tidak ada kerugian bagimu kalaupun engkau berdusta atas mereka!”
Tapi si hamba Allah menjawab, “Tidak, sebab rumahku sudah dekat!”
Begitu seterusnya sampai desa keseratus hingga membuat iblis heran,
katanya, “Engkau selalu menolak godaanku dan mengatakan kalau rumahmu sudah dekat. Tapi aku sudah mengikutimu sampai desa yang keseratus dan engkau masih juga berkelana. Sesungguhnya dimana rumahmu?”
Lalu hamba Allah itu menjawab, “Ketahuilah, RUMAHKU adalah KUBUR dan GERBANGNYA adalah KEMATIAN. Aku katakan dia sangat dekat karena aku tidak pernah tahu kapan aku akan masuk kedalam rumahku itu. Boleh jadi saat aku berbuat dosa, kematian datang menjemput. Oleh karena itu, aku selalu ingat pada kematian dan takut untuk mengikuti godaanmu.”
Iman Al-Ghazali pernah bertanya kepada muridnya, “Apakah yang paling dekat dalam hidup ini? Ternyata jawabnya adalah kematian karena kita tidak pernah tahu kapan kematian itu datang.
Tidak ada yang bisa menjamin kalau diri kita masih hidup besok pagi, atau bahkan 5 menit kedepan.
Kematian datangnya tiba-tiba tanpa permisi. Tidak sedikit orang meninggal diatas perut wanita penghibur saat sedang berzina , meninggal saat minum minuman keras dan saat mengkonsumsi narkoba.
Naudzubillahi minzalik.
Rasulullah SAW bersabda, “Orang paling cerdas adalah orang yang selalu ingat akan kematian. “mengapa?”
Karena ingat pada kematian inilah yang akan membuat seseorang takut melakukan perbuatan dosa.
Inilah benteng didunia dari berbuat dosa karena takut jika kematian ternyata datang menjemput dirinya saat dia sedang berbuat dosa.
Seperti cerita hamba Allah tersebut yang enggan mengikuti godaan iblis karena dia tahu bahwa malaikat Izrail (malaikat maut) senantiasa mengintai dirinya, diapun senantiasa menjaga dirinya dari berbuat dosa.
(Hikmah dibalik fenomena kehidupan)
Sekiranya manusia merenungkan keagungan kekuasaan-Nya
dan luas nikmat-Nya,
tentu mereka sudah kembali ke jalan yang benar dan takut akan azab & hukuman;
tetapi hati mereka berpenyakit dan mata tak dapat membedakan.
Tidakkah mereka melihat hal-hal kecil yang telah diciptakan-Nya ?
Bagaimana Dia memperkuat jaringan, membuka pendengaran, penglihatan dan membuat tulang dan kulit ?
Lihatlah semut dengan tubuhnya yang kecil dan bentuknya yang halus.
la hampir tak terlihat di sudut mata, tak terbayangkan—betapa ia berjalan di bumi dan menggunakan rezekinya.
la membawa butiran ke lobang dan menyimpan di tempat kediamannya.
la mengumpul selama musim panas untuk musim dingin dan selagi kuat untuk masa sulit.
Rezekinya terjamin dan diberi makan menurut layaknya.
Allah Yang Maha Pemurah tidak melupakannya dan tidak terenggut haknya walaupun ia berada di batu kering atau karang yang terjal.
Apabila kita memikirkan tentang jalan pencernaan semut dengan bagian-bagiannya, selaput pada perutnya, lalu mata dan telinga di kepalanya maka kita akan takjub tentang penciptaan-Nya dan akan merasakan kesulitan dalam menggambarkannya.
Maha Tinggi Dia yang membuat berdiri pada kaki-kakinya dan memperjalankan semut pada tiang-tiang.
Tak ada sekutu yang turut beserta-Nya dalam memulai dan tak ada sesuatu yang kuasa membantu dalam penciptaan-Nya.
Apabila kita berimajinasi dan mencapai ujungnya, hal itu tak akan membawa ke mana-mana kecuali bahwa Pencipta semut itu adalah sama dengan Pencipta kurma, karena segala ciptaan-Nya mempunyai kehalusan dan detail yang setara, dan setiap makhluk juga mempunyai perbedaan uniknya.
Dalam ciptaan-Nya, yang besar, yang halus, yang berat, yang ringan, yang kuat, yang lemah, semuanya menunjukan kesamaan kualitas.
Demikian pula langit, udara, angin, dan air.
Lihatlah matahari, bulan, hewan, tanaman, air, batu, perbedaan malam dan siang, mengalirnya sungai-sungai, gunung-gunung, tingginya puncak-puncak, perbedaan bahasa-bahasa dan keaneka-ragaman lainnya.
Maka celakalah orang yang tidak mengimani Yang Maha Pengatur dan menolak Yang Maha Penguasa.
Seolah-olah bahwa mereka adalah seperti padang rumput yang tak ada pemelihara dan tak ada yang membuat bentuknya yang aneka ragam.
Mereka tidak bersandar pada sesuatu argumen yang kuat atas pendangan mereka dan tak ada pula penelitian atas apa yang mereka dengar.
Mungkinkah ada bangunan tanpa pembangun atau pelanggaran tanpa ada yang melanggar?
“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut UKURAN. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang KAMU SEKALI-SEKALI BUKAN PEMBERI RIZKI KEPADANYA. Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah KHAZANAHNYA; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan UKURAN yang tertentu. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali-kali BUKANLAH KAMU yang menyimpannya. Dan sesungguhnya BENAR-BENAR KAMIi-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.” (QS.15 Al Hijr :16-23)
Perhatikan juga tentang belalang.
Allah memberikan kepadanya dua mata, membuatkan telinga yang kecil, membukakan mulut yang sesuai, memberikan indera yang peka, memberikan kepadanya gigi untuk memotong dan dua kaki seperti arit untuk menggenggam.
Para petani takut kepada kumpulan belalang karena tak dapat mengusirnya sekalipun mereka bergabung menghadapinya.
Belalang menyerang ladang dan memuaskan hasratnya walaupun badannya tak sebesar jari.
Mahasuci Allah yang dihadapan-Nya setiap yang di langit atau di bumi tunduk bersujud dengan sukarela atau terpaksa, menyerah kepada-Nya dengan menyungkurkan pipi dan wajahnya, jatuh ke hadapan-Nya dalam ketaatan, tunduk dan merendah, dan menyerahkan kendali penuh dalam ketakutan dan kekhawatiran.
Burung-burung terikat pada perintah-perintah-Nya. la mengetahui jumlah bulu dan napas mereka. Allah telah membuat kaki mereka berdiri di air maupun di darat. la menetapkan rezeki mereka.
Dia menetapkan jenis-jenisnya: ini gagak, ini elang, ini merpati, ini burung unta. Dia memanggil setiap burung dengan namanya dan menyediakan rezekinya.
Dia menciptakan awan-awan yang berat dan menghasilkan darinya hujan yang lebat dan menyebarkannya di berbagai bagian bumi. la membasahkan tanah setelah kering dan menumbuhkan tumbuhan darinya.
“Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan bayang-bayang; dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan. Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. Dialah yang meniupkan angin pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).”
(QS.25 Al furqan : 45-48)

Komentar Terakhir